Dunia Psikologi membuka mata gw tentang seperti apa setiap orang dibelahan bumi ini hidup. Ada yang hidup dengan kegembiraan yang luar biasa, ada yang hidup dengan menipu dirinya sendiri, ada yang hidup dengan kepura-puraan, ada yang hidup dengan keterbatasan namun penuh syukur.
Dalam Psikologi, Manusia itu sendiri dikatakan sehat mental 'ketika ia telah sampai pada taraf kepuasan dan kesejahteraan dalam hidupnya.'
Lalu bagaimana mencapai kepuasan dan kesejahteraan itu ? Bukankah kita hanya manusia yang memiliki banyak keterbatasan? Kita hanya sebatas manusia--selalu dalam kekurangan dan keterbatasan. Oke, yang gw tau ini adalah pertanyaan dan pernyataan yang umum ditanyakan setiap orang~
Yuk, mari kita berpikir dulu :)
"Manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna." Right? Do you agree ? ~
Dosen gw pernah menjelaskan, bahwa itu benar dan bisa dibuktikan. Sekarang, berpikirlah, ada banyak makhluk Ciptaan Allah swt., dari Malaikat, Setan, Jin, dan terakhir adalah manusia. Mereka tercipta dari sesuatu yang sangat berbeda dari manusia. Sedangkan manusia tercipta hanya dari tanah. Mereka punya kelebihan, mampu menghilang bahkan mampu mendengar dan melihat jarak jauh. Lalu manusia ? Inilah bukti kebesaran dan keadilan Allah.
Bayangkan saja, jika manusia memiliki semua kelebihan itu. Misalkan, ketika Kamu sedang makan dan pada saat yang bersamaan kamu mampu melihat di sudut belahan dunia sana sedang ada orang yang dimutilasi. Atau, Ketika kamu sedang tidur kamu mendengar suara klakson mobil di tengah kemacetan kota Jakarta. Bayangkan hal itu, seperti apa pusingnya diri mu ? Ya, keterbatasan yang kita miliki ini adalah titik kesempurnaan dari manusia. Keterbatasan itu sendiri adalah kesempurnaan yang sebenarnya :)
Maka, kita (tak) hanya sebatas manusia. Kita punya akal dan perasaan untuk memahami bahwa dunia ini terlalu sempit untuk ditangisi atau dikeluhkan. Dalam mencapai tahap sehat mental, atau tahap kesejahteraan dan kepuasaan dalam hidup ini bukan berarti kamu mendapat semua yang kamu inginkan.
Menurut gw, Allah itu bukan memberikan apa yang kita inginkan melainkan apa yang kita butuhkan.
Lalu bagaimana kita puas bukan dengan hal yang kita inginkan ? Allah lebih mengetahui apa yang baik dan pantas untukmu, maka bersyukurlah. Setiap kalimat syukur dari hasil usaha dalam hidupmu, adalah cara terampuh untuk mencapai sehat mental.
Benarkan? Kita (tak) sebatas manusia, kita itu sempurna dengan keterbatasan yang seharusnya dapat kita syukuri :)